Cara Membuat Mesin Gulung Tali Rafia Saya masih ingat, pembeli datang ke Cicalengka Kabupaten Bandung membawa contoh gulungan. Saat itu, beliau bertanya apakah saya bisa membuatkan unit penggulung yang dipesan dengan jumlah gulungan tertentu. Oleh karena itu, saya hanya meminta DP 50%. Selain itu, untuk membuat mesin ini, saya harus memutar dana tersebut terlebih dahulu. Karena itu, uang DP tersebut tidak hanya mengalir ke satu pihak, namun mengalir ke banyak pihak di sekitar.
Daftar Isi Konten
- Cara Membuat Mesin Gulung Tali Rafia Dimulai dari Cicalengka
- 1. Hari Pertama: Konsultasi dan Sistem DP 50% untuk Mesin Gulung Tali Rafia
- Rincian 14 Komponen untuk Membuat Mesin Gulung Tali Rafia
- 2. Perjalanan Malam ke Glodok untuk Hemat Biaya 30% Saat Membuat Mesin Gulung Tali Rafia
- Daftar 8 Komponen Elektrik Mesin Gulung Tali Rafia dari Glodok
- Solusi Barang Overload Saat Membuat Mesin Gulung Tali Rafia
- 3. Komponen Rangka Mesin Gulung Tali Rafia dari Bandung
- Daftar 5 Komponen Rangka dari Jatayu Bandung untuk Mesin Gulung Tali Rafia
- Proses Perakitan Mesin Gulung Tali Rafia di Bengkel Mitra
- 4. Perakitan 2 Hari dan Alasan Melibatkan Banyak Pihak di Cicalengka
- Ongkir dan Pengiriman Mesin Gulung Tali Rafia
- 5. Finishing dan Sistem Ongkos Kirim Mesin Gulung Tali Rafia
- Sistem Ongkir Terpisah untuk Mesin Gulung Tali Rafia
- Kesimpulan Cara Membuat Mesin Gulung Tali Rafia
Apabila saya hanya memikirkan keuntungan pribadi, tentu saja lebih praktis jika saya melempar order tersebut ke Solo atau Sidoarjo. Akibatnya, saya tinggal terima beres. Namun, uangnya justru lari ke luar daerah. Meskipun demikian, saya bukan anti daerah lain. Akan tetapi, apabila dengan DP ini saya bisa berbagi rezeki dengan lingkungan sekitar, maka kenapa harus saya lempar jauh?
Selanjutnya, ini adalah cerita lengkap proses 7 hari dari Cicalengka sampai mesin siap kirim.

Berikut adalah urutan lengkap cara membuat mesin gulung tali rafia yang saya kerjakan selama 7 hari di Cicalengka, mulai dari konsultasi, belanja komponen ke Glodok dan Jatayu Bandung, sampai perakitan di bengkel mitra.
Pertama-tama, semua proses berawal dari konsultasi. Pembeli membawa contoh hasil gulungan yang dia inginkan. Kemudian, saya menghitung kebutuhan jumlah gulungan per roll. Setelah itu, setelah kami sepakat, pembeli membayar DP 50%. Saya menerapkan sistem DP karena tidak satu toko pun yang menjual 14 komponen ini secara lengkap.
Untuk membuat mesin gulung tali rafia ini saya menyiapkan 14 komponen utama, 8 komponen elektrik saya berburu langsung ke Glodok agar hemat 30% yaitu Pulley 10 inch 3 pcs dan Pulley 2 inch 1 pcs untuk mengatur putaran agar rapi, Dinamo Jiayu sebagai jantung penggerak yang wajib saya tes 10 menit, Box Panel PVC TIBOX sebagai rumah kontaktor dan timer, Kontaktor sebagai saklar otomatis untuk beban dinamo, Timer Omron H3CR sebagai otak pengatur durasi gulungan agar panjang seragam, Push Button Saklar dan Lampu Indikator untuk sistem on/off, Kabel tembaga murni dan Skun yang tebal, serta Pillow Block sebagai dudukan besi as agar tidak oblak, sedangkan 5 komponen rangka saya beli di Bandung dan Jatayu yaitu Kanal U5 5-6 batang sebagai rangka utama anti getar, Kanal U12 untuk dudukan stabil, Pipa Diameter 2,5 mm sebagai roll penggulung rafia, Besi As sebagai as utama pemutar, dan Bevel Gear gigi payung copotan original mesin tekstil bekas dari Jatayu yang bahannya baja asli sehingga lebih presisi dan awet.














Bagian ini paling menguras tenaga, namun di sisi lain paling menghemat biaya. Pada hari pertama malam, saya berangkat dari Cicalengka pukul 22.00 menggunakan Honda Beat D 4382 VOL. Saya menempuh rute Cicalengka – Rancaekek – Bandung – Padalarang – Cianjur – Puncak – Jonggol – Cibubur – Glodok, sekitar 150km.
Saya tiba di Glodok jam 04.00 subuh, kemudian saya beristirahat sejenak di emperan. Setelah itu, pagi harinya saya sarapan soto Betawi dan kopi. Mengapa saya harus ke Glodok? Sebab, toko di Bandung menjualnya 30% lebih mahal.
Oleh karena itu, saya berburu 8 komponen elektrik berikut di Glodok agar lebih murah dan lengkap:
- Pulley 10 inch (3 pcs) & Pulley 2 inch (1 pcs): Komponen ini mengatur putaran agar gulungan menjadi rapi dan tidak kusut.
- Dinamo / Motor Jiayu: Ini jantung penggeraknya. Oleh sebab itu, saya wajib mengetesnya selama 10 menit. Saya menikmati sebatang rokok saat penjaga toko mengetes dinamo . Jika dinamo terlalu panas, berarti kualitasnya kurang baik. Namun, jika hangatnya normal, saya langsung membungkusnya.
- Box Panel PVC TIBOX: Saya menggunakan box ini sebagai tempat kontaktor dan timer agar lebih aman.
- Kontaktor (Contactor): Komponen ini bekerja sebagai saklar otomatis yang kuat untuk beban dinamo.
- Timer Omron H3CR: Ini otak pengaturnya. Timer ini mengatur durasi gulung agar panjang tali seragam.
- Push Button, Saklar, dan Lampu Indikator: Saya memakai komponen ini untuk sistem on/off.
- Kabel-kabel & Skun: Saya selalu memilih kabel tembaga murni, bukan yang tipis.
- Pillow Block / Bearing Block: Komponen ini menjadi dudukan besi as agar putaran lancar dan tidak oblak.
Jam 09.00 pagi saya menyelesaikan belanja. Selanjutnya, jam 13.00 siang saya kembali pulang melalui jalur yang sama. Saat itu kondisi di jalan masih lengang. Di perjalanan, saya sempat mampir untuk makan soto babat kuah susu.
Apabila barang overload dan tidak muat di motor seperti terlihat pada foto dus-dus tersebut, saya langsung mengirimnya melalui Kargo Cobra di Glodok. Jadi, saya bisa menghemat biaya daripada memaksakan bawa. Akhirnya, saya tiba di Cicalengka lagi jam 19.00 malam.
Keesokan harinya, saya tidak lagi ke Glodok. Melainkan, saya berbelanja besi di Bandung dan ke kawasan Jatayu. Pada hari ini, uang DP sudah berputar ke toko besi, toko di Jatayu, warung makan, dan penjual bensin.
Untuk rangka utama mesin, saya menggunakan 5 jenis besi berikut yang saya beli di kawasan Jatayu Bandung:
- Kanal U5 (5-6 batang): Kanal U5 menjadi rangka utamanya. Saya memakai 5-6 batang agar rangka kokoh dan tidak bergetar saat mesin beroperasi.
- Kanal U12: Saya memakai kanal U12 untuk dudukan yang lebih besar dan stabil.
- Pipa Diameter 2,5 mm: Pipa ini menjadi roll tempat menggulung tali rafianya.
- Besi As: Besi as ini menjadi as utama pemutar.
- Bevel Gear / Gigi Payung: Ini komponen yang paling sulit saya cari. Saya tidak memakai bevel gear yang tukang bubut baru dari besi biasa, karena selain mahal, presisinya kurang. Oleh karena itu, saya berburu bevel gear copotan original dari mesin tekstil bekas di Jatayu Bandung. Pabrik membuat bahannya dari baja asli, sehingga lebih presisi dan lebih awet.
Setelah semua 14 komponen terkumpul, saya tidak merakit sendiri di rumah, melainkan membawa semua bahan ke bengkel las mitra di Cicalengka untuk proses perakitan dan wiring selama 2 hari.
Inilah alasan kenapa banyak pihak yang terlibat. Saya membawa semua komponen tersebut ke bengkel las mitra di Cicalengka.
Mengapa saya tidak mengelasnya sendiri? Selain karena sistem kemitraan, cara ini juga menjaga mata saya tetap aman dari paparan radiasi las.
Di bengkel, saya dan mitra merakit rangka Kanal U5, kemudian kami memasang besi as, pillow block, pipa roll, bevel gear, sampai melakukan wiring dinamo, kontaktor, dan timer Omron. Kami membutuhkan waktu sekitar 2 hari sampai tahap tes mesin.
Dengan demikian, total dari DP sampai tes mesin memakan waktu 7 hari. Di tahap ini, uang DP kembali berputar ke bengkel las mitra, tukang cat, dan warung kopi di dekat bengkel.
Setelah mesin selesai dirakit dan dicat biru-kuning, saya masuk ke tahap finishing dan pengiriman. Di tahap ini saya dokumentasikan dengan foto sebelum kirim via cargo.
Setelah saya merakit dan mengecat mesin menjadi biru-kuning seperti pada foto, saya langsung mengirimkan foto dan video kepada pembeli. Sayangnya, saya sudah tidak memiliki HP yang dulu saya gunakan untuk merekam video, sehingga hanya tersisa dokumentasi foto ini.
Selanjutnya, pembeli datang langsung ke Cicalengka untuk melakukan pengecekan mesin. Setelah pembeli menyatakan oke, beliau langsung bernegosiasi ongkirnya dengan Indah Cargo dari Cicalengka ke daerahnya.
Perlu Anda catat: Harga mesin tidak termasuk ongkir. Karena itu, ongkir ke Aceh tentu berbeda dengan ongkir ke Lampung. Jadi, agar lebih adil, pembeli bernegosiasi langsung dengan pihak Indah Cargo. Sementara itu, untuk part kecil dari Glodok yang overload tadi, saya menggunakan jasa Kargo Cobra.
Jadi, begitulah proses cara membuat mesin gulung tali rafia versi kami. Kami tidak sekadar membeli barang jadi. Melainkan, kami menyiapkan 14 komponen, menempuh perjalanan 150km Cicalengka-Glodok PP, dan yang paling penting, kami membuat banyak pihak ikut terbantu dari DP 50% tersebut.
