Tombol reset yang saya pakai di mesin gulung tali rafia adalah push button. Selain itu, push button ini saya fungsikan khusus sebagai tombol reset. Jadi operator tidak repot tekan saklar ON OFF terus-menerus. Cukup pencet sekali, kemudian timer Omron H3CR langsung reset dan mesin gulung jalan lagi. Sistem ini saya rakit di workshop Cicalengka Kabupaten Bandung bersama mitra bengkel las lokal.
Daftar Isi Konten
Di mesin saya, saklar utama tetap ada. Namun untuk operasional harian, saya pakai tombol ini sebagai reset. Misalnya ketika timer selesai menggulung satu roll, maka mesin berhenti otomatis. Setelah itu operator tinggal ambil roll dan ikat baru. Selanjutnya operator cukup pencet tombol reset tersebut. Oleh karena itu mesin langsung gulung lagi tanpa harus matikan-hidupkan saklar. Karena itu kerja operator jadi lebih cepat dan kontaktor tidak cepat rusak.
Kalau pakai saklar ON OFF terus, maka operator capek dan saklar cepat dol. Sedangkan dengan tombol tekan ini, operator cukup satu jari saja. Kemudian tombol reset ini saya hubungkan ke timer omron h3cr dan kontaktor di dalam box panel PVC TIBOX. Jadi alurnya: pertama timer habis, kedua mesin stop, ketiga operator ganti roll, keempat pencet tombol reset, dan akhirnya mesin jalan lagi. Simple dan tidak bikin operator repot.
Tombol reset hanyalah satu dari 14 komponen mesin gulung. Untuk memahami urutan lengkap mulai dari belanja besi Kanal U5 di Jatayu Bandung sampai perakitan 2 hari, Anda bisa baca panduan lengkap cara membuat mesin gulung tali rafia yang sudah saya tulis. Di sana saya jelaskan kenapa saya tetap belanja di sekitar Cicalengka agar uang DP muter di lingkungan sendiri.
Jadi, tombol di mesin saya bukan untuk ON OFF, tapi sebagai reset agar operator tidak repot. Oleh karena itu pilih tombol yang pegasnya kuat dan kontaknya tebal serta berbahan tembaga asli. Selain itu pastikan dudukan panel presisi, sehingga mesin gulung tali rafia lebih praktis dan awet dipakai harian.

